cerita seru

Cerita Seru Blog

Lili, edisi Amoy

Posted by cseru on April 11, 2010 at 1:28 PM Comments comments (0)

Oh....jangan...jangan perkosa saya......oh jangan......terdengar suara seorang wanita 22 thn berteriak histeris sambil menutupi tubuhnya yg putih mulus dari jamahan lelaki kasar.

Malam itu merupakan malam jahanam buat Lili. malam yg benar2 tak terlupakan.

Baru 2 tahun sebagai pengantin baru bersama suaminya di bilangan Pluit , jakarta utara , Lili yg berwajah melebihi Agnes Monica harus merelakan tubuhnya dsetubuhi oleh 10 perampok yg menyatroni rumahnya.

Para satpam perumahan elit itu spt tuli, ditengah hujan yg deras mereka secara bergantian menikmati tubuh moleknya.

" jangan banyak bicara, nanti aku bunuh kamu" kata seorang dari mereka yg bertubuh kekar dan kasar serta berbau bir seraya menjambak rambut Lili yg hitam tebal nan panjang itu.

Pakaian Lili sdh semerawut, dasternya sdh terkoyak. Bhnya sdh terlepas. buah dadanya yg montok bergoyang goyang.

sementara suaminya ,Afung,ada di ruangan itu, terikat tdk bisa berbuat apa2. nampak matanya nanar menahan marah atas perlakuan mereka thd Lili.

"hey bung ambil apa saja. asal jangan kalian sentuh isteriku" teriak afung. mereka tdk menggubris.

"Bangsat, jangan kau sentuh isteriku" mereka hanya nyengir. mata sepuluh lelaki itu tdk pernah lepas dari tubuh mulus itu. jakun mereka naik turun. menikmati tubuh mulus setengah telanjang milik amoy itu.

3 pembantu Lili meringkuk di sudut ruang tamu ketakutan.

usia mereka rata2 16 tahun.

Lelaki kasar itu kemudian mengeluarkan batangnya dan memaksa masuk ke mulut Lili.

Lili berusaha menolak. sebuah tamparan keras dan tendangan diterimanya.

aduh..aduh..ampun..jangan pukul saya.

sementara sembilan kawannya menonton, kembali lelaki itu menyorongkan batangnya yg besar dan legam ke mulut isteri Afung.

"Hisap, bangsat! "teriak Lelaki yg belakangan diketahui bernama Anton.

Dg terpaksa Lili mengambil dan menghisap batang itu.

Dg gemetar Lili jilat batang Anton di depan suaminya dan para pembantunya.

Mata Afung Nanar melihat isterinya ..

Afung sampe tdk bisa berkata apa. tubuhnya gemetar menahan amarah yg tiada kira.

"Jilat yg benar! " perintah anton.

siapa namamu Amoy manis? seraya memandang penuh nafsu ke wajah jelita amoy itu.

Li..li..Lili katanya terbata bata menahan linangan air mata.

betapa malu dan nistanya Lili di depan suami tercinta ia harus menjilat batang orang yg bukan suaminya.

akhirnya Lili menutup mata. Dia mencoba u menjilat batang anton.

sementara Dani , Lelaki ceking, sdh beranjak mengelus tubuh Lili yg sdh hampir telanjang.

Lili sdh tdk bisa berkata apa2.

elusan2 Dani di punggung dan badan Lili terasa menjijikan.

secara perlahan Dani mengelus payudara montok Lili.

Tangan kanan Dani bergerilya di dada ranumnya sementara, tangn kiri Dani mengelus paha mulus Lili. paha mulus bak pualam.

Lili menutup matanya. dia merasa sangat benci dan benci namun .......

terasa ada yg berdesir manakala puting susunya disentuh oleh Dani.

ada perasaan nikmat dan gairah...

sementara Lili menghisap batang Anton. Terasa keras dan kenyal. tangan Anton mencengkram rambut Lili.

oh...Lili

oh Lili..hisap terus sayang..

ugh...enak benar sedotanmu moy..

sedot Moy....oh Moy.....desis Anton kenikmatan.

Puting susu Lili secara perlahan dan pasti mengeras. bagaimanapun malunya di depan suaminya. Tubuh Lili tdk bisa menolak kenikmatan itu

Dg berjongkok Dani mulai menjilati tubuh mulus yg hanya ber CD itu.

Anton yg berdiri masih menikmati kuluman Lili. sementara Dani si ceking sdh mulai memerengkan tubuhnya u mengenyot payudara montok milik Lili.

Lili merasakan desirn desiran nikmat manakala puting susunya dijilat jilat dan disedot halus si krempeng itu.

sementara Lili Mengulum batang anton, dia mendengar suara jeritan jeritan ketiga pembantunya.

Rupanya ada 6 oraang penjahat sedang mengeranyangi tubuh molek pembantunya.

satu persatu pakaian mereka dirobek paksa oleh mereka.

dg tertawa tawa ke 6 lelaki itu sdh pula membuka pakaian mereka.

Suaminya berteriak teriak histeris melihat isteri dan pembantunya diperlakukan tdk senonoh.

tiba2 afung mersakan tamparan di pipi kirinya.

dan sebuah tendangan yg membuat nya terhenyak dari tempatnya meringkuk.

"diam kamu bangsat...."kata 2 orang lelaki yg belum kebagian jatah itu.

kemudian salah satu diantara mereka menyumpal mulutnya.

Afung kemudian ditelanjangi dan dipukuli dlm keadaan terikat.

seluruh pakaian suami lili dilepas paksa.

" kamu saksikan ya... bagaimana enaknya barang isterimu"

Anton lalu merebahkan Lili di lantai tdk jauh dari suaminya.

" terlentang kamu di lantai lonte" teriak anton sambil melirik Afung yg sekarang sdh tersumpal mulutnya.

Afung hanya bisa menahan marah.

" dany, kau masukan batangmu di mulut sundel ini" teriak anton.

Dany si ceking tnp menunggu 2 kali sdh membenamkan batang kurus panjang miliknya.

"hisap dong sayang" rayu dany.

dg berlinang air mata, antara malu dan nikmat dijilatnya batang dany.

Anton yg sdh bertelanjang bulat membuka lebar paha mulus Lili.

wanita 22 tahun dg pinggang yg jenjang itu dg terpaksa membuka selangkangannya. Lili melirik suaminya sambil mengulum batang kurus si ceking.

Lili merasakan ada jilatan jilatan halus di selangkangannya,

anton sedang menikmati vaginanya yg legit.

Vagina Lili tdk berbulu, suaminya Afung sangat menikamti berlama lama di selangkangannya.

Lili menahan diri u tdk merintih setiap kali sedotan dan jilatan anton menyentuh klitorisnya yg perlahan mulai membengkak.

batang tongkol Afung masih layu, terasa jijik melihat kejadian di depan matanya.

sementara 3 pembantunya sdh pd dipaksa menghisap batang2 kawanan itu. sementara ada 3 orang sibuk mengulum buah dada pembantu yg berusia 16 tahun.

Nina pembantu yg agak montok berpayudara rada besar sedang dijilati puting susunya

Anti yg agak kecil sedang disedot pula.

Intan yg paling cantik dipaksa mengulum tongkol gede milik salah satu penjahat.

2 orang yg mengawasi ke delapan rekannya sedang berpesta sex mulai kegerahan.

mereka membuka pakaian mereka.

2 tongkol besar tegak, tanpa ada wanita yg lain u disentuh.

Tiba2 lelaki yg sedang menikmati tubuh intan berbisik bisik sambil menoleh berulang ke Afung pemilik rumah.

tdk jelas apa yg dibisikan.

oh...kedua penjahat itu kemudin menyeret tubuh intan mendekati Afung

"Jilat tongkol boss mu" teriak seorang dari mereka.

Intan menolak, sebuah tamparan mendarat dikepalanya.

aduh...jangan om..jangan...kata gadis itu ketakutan.

Terlentang kau Tauke" kata mereka.

Afung tdk bergeming.

Lili melihat suaminya terjengkang ditendang mereka.

mau tak mau Afungpun dg tangan masih terikat terlentang.

"Hai siapa namamu? bentak mereka ke intan.

In..in..intan om" katanya ketakutan.

Hisap batang tuanmu" perintah mereka.

Lili yg sedang terlentang dg berurai air mata melihat tongkol afung dijilati pembantunya.

afung merasakan jilatan pelan dan ragu berusaha bertahan agar dk terangsang.

tapi intan terus dibentak agar menjilat dan mengulum dg benar.

Lama2 batang afung pun mengeras.

Afung malu sekali, tp batangnya tdk mau layu.

sedotan2 intan membuat batangnya mengeras.

Isterinya Lili melihat sambil menghisap tongkol si ceking.

Lili merasa tdk tahan akan sedotan2 anton di vaginanya.

Vaginanya mulai basah dan perlahan membanjir.

sdh lebih dari sepuluh menit dihisap anton terus.

air mata Lili masih berlinang, namun dia tiada kuasa menahan nafsu yg seperti akan meledak akibat sodokan2 lidah si penjahat.

sungguh luar biasa!

suami sedang dihisap pembantunya yg cantik disaksikan isterinya yg sedang mengulum batang kurus milik si ceking dan di selangkangan Lili ada anton yg sedang sibuk menyedot cairan cintanya.

Intan yg sedang menghisap batang majikannya, merasakan ada tubuh kasar membelai dan menjilatinya.

kedua puting susunya yg mulai mengeras karena terangsang

Intan merasakan ada tangan yg mengobok vaginanya .

gosokan gosokan itu pelan tapi mulai menimbulkan rangsangan.

Rupanya salah satu dari mereka, Amir, sdh membasahi tangannya dg ludah dan mengobok memiaw Intan .

tidak sampai lima menit intan meraskan kenikmatan yg tiada tara.

sambil mengulum tongkol tuannya, Intan merasakan batang keras menempel di vaginanya.

" jangan om.....jangan om......"mohon intan.

dg lembutnya batang itu menggesek-gesek lubang kemaluan intan

dg posisi menyamping, batang itu mulai memasuki lubang kecil pembantu cantik itu.

"Aduh...aduh...sakit om...."

sebenarnya intan di umur yg baru 16 tahun sdh tdk perwan lagi.

Intan pernah diperkosa oleh pamannya sendiri selama 3 bulan di kampungnya sebelum dia ke jakarta.

tp punya lelaki ini cukup besar.

Amir perlahan tp pasti menembak memeq intan dg posisi miring.

" bless....bless..

terdengar bunyi batang menembus memeq Intan.

oh...ommm" jerit Intan kesakitan sambil melepas kulumannya dari batang afung.

ga apa2 nduk......ndak apa2 nduk.....

sakit sedikit....aku masuknya pelan2 koq" kata Amir yg merasakan kenyalnya lobang si Intan.

Oh..oh..nduk enak banget

legit! oy...seraya memaju-mundurkan batang besarnya dari wanita bertubuh kecil itu.

jepitan vagina intan keras sekali.

Amir menghentikan hentakannya sebenta agar tdk meletus.

enduk...enduk.....enak amat......desah Amir kenikmatan.

Intanpun sambil tetap menhisap tongkol afung merasakan kehangatan batang dan tubuh amir.

tnp disengaja, intan mulai terangsang hebat, dia mulai menikmati menjilati milik afung yg lumayan tebal.

"Ohhhh...."sebuah jeritan cukup keras keluar dari mulut Lili.

Rupanya batangl besar Anton sdh menembus memeq amoy muda itu.

dg posisi dogy, anton menembak memeq Lili yg sdh basah itu.

Afung dg batang yg sedang tertancap di mulut intan, hanya terdiam menyaksikan isterinya disetubuhi anton.

pandangan mata mereka beradu.

ada sedih yg mendalam tp ada juga pancaran nikmat di mata mereka.

Lili memalingkan wajahnya.

dany masih berdiri di depannya.

batang itu tnp diperintah lagi dijilati dan dikulumnya.

sebenarnya Lili sdh jijik tapi tubuhnya benar2 menikmati ini semua.

Anton penjahat itu benar2 perkasa sdh sepuluh menit dia menghantam hantan sambil merengkuh payudaranya belum jg ada tanda2 akan meledak.

memeq Lili benar2 basah. Tubuhnya dahaga akan setiap hantaman batang lelaki asing itu.

Pucuk dicinta ulam tiba.

tanpa disangka anton menarik tongkolnya keluar.

"andi, jimy kemari kalian" teriak anton kpd dua lelaki.

"puaskan ini amoy, dia ini hyper....lonte hyper.... katanya

Andi dan jimy berebutan mau menghantam Lili.

Andi lebih beruntung...

wow batang yg sedari tadi menunggu giliran sekarang sdh menembus memeq Lili

bless...bles..........

Lili merasakan batang besar yg lain sedang menumbuk vaginanya......cairan vaginanya bertambah banyak

lututnya terasa lemas.

sdh dua lelaki mengent*tnya didepan afung.

Lili melirik suaminya, dia terkejut sekali, rupanya intan sdng memasukan batang afung ke memeq kecilnya.

amir memaksa intan melakukan itu.

kelihatan dg jelas batang konto suaminya tdk layu tapi tegak dan tebal.

"shit..shit...my husband is enjoying himself." katanya dlm hati

Lili marah..

tp diapun sedang disodok si andi.

persetan katanya dlm hatinya.

" kalau lakiku burungnya bangun, berarti akupun tdk usah malu lagi ditiduri penjahat2 tengik dan bau ini.

"biarkan saja nafsu mengajakku kemana." katanya dlm hati

tiba2 dia menyedot nyedot tongkol si ceking.

dany berteriak oh....oh..jangan keras2 mbak Lili

enak...enak sepongannya.

Lili tdk perduli.

dikulumnya terus batang si dany.

setelah sekian puluh menit, akhirnya batang si ceking berdenyut2.

oh oh..Lili..lili...sayang aku mau keluar....keluar...

oh bangsat ...bangsat...Liliiiiiiiiii seraya membenamkan batangnya kemulut Lili.

Lili tersedak tp kemudian menelan sperma dany yg berbau asin itu.

tdk berapa lama Andy menghantam dan merengkuh buah dada ranum Lili dg keras.

oh..oh...Lili merintih lirih menahan nikmat.

sundel bangsat..cabo...pelacur..

hei afung...lihat aku ngent*t isteri kamu..

oh..Lili...enakkkkkkkkk

oh bangsat

oh enak

oh amoy

Lili...lili.....aku keluar " seraya mencabut batangnya dari lubang kemaluan Lili.

Sperma Andy menyembur di punggung dan pantat Lili.

Lili merasakan memeqnya semakin panas dan gatal...........................................................................

.............................................

baru saja Lili mau beranjak , Jimy datang merengkuh dan menidurinya di lantai.

tnp ba-bi-bu, jimy menancapkan batangnya di lubang yg becek itu.

ohhhh..ohhhh..ohhhhhh....terdengar suara rintihan perlahan yg sedang melayang menahan kenikmatan keluar dari bibir sensual Lili

genjotan dan hentakan jimy benar mantap dan terasa sambil ke dinding vaginanya.

memeq Lili membasah dan membanjir setiap kali jimy menggenjotnya.

Lili melirik suaminya, suaminya sedang menutup mata menikmati genjotan2 Intan gadis 16 tahun yg memeqnya sdh pula banjir.

jepitan memeq intan memang keras dan nikmat tiada kata.


Nikmatnya Diperkosa

Posted by cseru on April 11, 2010 at 1:27 PM Comments comments (0)

Sebut saja namaku Lilis. Sudah dua tahun lebih aku bekerja sebagai seorang pembantu di keluarga Pak Dimas, seorang kepala desa yang sangat dihormati oleh warga setempat. Dan selama itu pulalah aku merasakan pahit-manisnya menjadi seorang pembantu, termasuk manisnya di perkosa.Malam itu udara terasa panas, sampai-sampai aku susah sekali untuk tidur. Baru setelah aku ganti pakaian dengan daster tipis dan menyalakan kipas angin, barilah aku bisa tertidur. Dalam tidur aku sempat bermimpi, Pak Jali, yang merupakan sopir pribadi keluarga Pak Dimas, datang menemuiku. Lucunya, Pak Jali datang menemuiku dalam keadaan telanjang bulat. Meskipun usianya sudah paruh baya, dan berbadan agak pendek, namun beliau masih memiliki postur tubuh yang kekar dan berotot. Khas orang desa yang suka bekerja keras. Dan yang membuatku geli adalah "buah terong" yang menggantung indah di pangkal pahanya. Ih..., begitu menggemaskan.Perlahan-lahan beliau mendekatiku dan langsung meremas remas buah dadaku yang telah terbuka bebas. Entah kenapa belaian Pak Jali terasa begitu nyata, seperti bukan dalam mimpi. Bahkan ketika bibir tebalnya mulai melumat kupingku aku sempat tersentak dan perlahan-lahan terjaga dari tidurku.

Namun betapa terkejutnya aku saat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata apa yang aku rasakan tadi bukan sekedar mimpi. Dihadapanku ternyata benar-benar ada sosok Pak Jali yang memeluk tubuhku."Pak Jali...! Apa yang Bapak lakukan...?" Aku mendorong tubuh Pak Jali kuat-kuat sehingga dia terjengkang ke belakang. Segera aku menutupi tubuhku yang ternyata juga nyaris telanjang dengan selimut."Tenang, Lis! Sudah lama aku memendam nafsuku terhadapmu...!" Kembali Pak Jali mencoba merengkuh tubuhku. Namun kembali aku mendorong tubuhnya kuat-kuat ke belakang."Pergi...!" bentakku."Atau saya akan teriak!"Silahkan teriak! Percuma saja kamu teriak. Karena tidak akan ada orang yang mendengarmu. Apa kamu lupa, Pak Dimas dan keluarga tadi sore sudah berangkat ke Bandung untuk liburan! Jadi lebih baik kamu turuti saja keinginanku!"Pak Jali tersenyum sinis.Aku semakin ketakutan ketika Pak Jali kembali mendekatiku. Segera saja aku melompat dari ranjang dan mencoba berlari ke arah pintu dengan kondisi telanjang. Namun sial! Aku kalah cepat dengan Pak Jali. Dengan cepat, ia menyergapku dari belakang dan menghimpitkan tubuhku ke arah dinding. Kedua tangannya mencengkeram kuat lenganku ke atas tembok, sedangkan kedua kakinya mengunci kakiku sehingga aku sulit untuk bergerak. Aku mencoba untuk meronta sekuat tenaga. Namun percuma, tenaga Pak Jali memang jauh lebih kuat dibandingkan tenagaku yang hanya seorang wanita.

Semakin kuat aku meronta, semakin kuat cengkeraman Pak Jali di Tubuhku."Tolong, Pak! Lepaskan saya!" aku menangis dan mengemis kepada Pak Jali. Namun percuma saja. Beliau tidak mendengarkan perkataanku. Bahkan dengan liar Pak Jali menghunjamiku dengan ciuaman mautnya. Lama kelamaan tanagaku terkuras habis. Tubuhku menjadi lemas. Aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Yang bisa aku lakukan hanyalah pasrah dan menuruti aturan mainnya Pak Jali.Perlahan-lahan cengkeraman Pak Jali mulai mengendor. Perlakuannya yang semula kasar mulai melunak dan berubah menjadi lembut. Bahkan aku mulai masuk dalam permainannya ketika dengan lembut Pak Jali mulai menggesek-gesekkan batan kejantanannya ke atas pahaku. Seketika itu kakiku terasa lemas dan lunglai. Aku tak kuat lagi menopang berat badanku sendiri, sehingga aku mulai terkulai. Namun dengan sigap, Pak Jali segera menangkap tubuhku, mengangkatnya lalu membopongku ke atas ranjang.Sesaat terlintas di wajah Pak Jali sebuah senyum kemenangan. Kemudian dengan lembut ia mulai melumat bibirku. Entah kenapa aku tidak kuasa untuk menolaknya. Bahkan ada dorongan kuat dari dalam diriku untuk membalas lumatannya itu. "Nah..., begitu dong Lis! Kalau begini kan lebih enak!" kata Pak Jali senang.Aku tersenyum tersipu-sipu."Bapak benar, mungkin lebih baik saya menuruti bapak dari pertama tadi. Lagipula, sudah lama juga saya tidak mendapatkan sentuhan laki-laki"Kembali Pak Jali tersenyum senang."Trus, ngapain kamu tadi pake coba berontak, Lis?""Tadi saya cuma kaget saja. Di balik penampilan bapak yang bersahaja, kok tega-teganya bapak mencoba memperkosa saya. Tapi..., ah sudahlah! Yang pentingkan sekarang saya sudah menjadi milik Bapak!"Kembali Pak Jali mulai mencumbuku. Ciumannya mulai merambat melalui leherku kemudian turun ke buah dadaku.

Kumis tebalnya yang kasar menyapu kulit dadaku sehingga menimbulkan sensasi tersendiri yang semakin membuatku serasa terbang ke angkasa.Ciuman dan jilatan Pak Jali terus bergerak turun. Sementara tangan kirinya meremas-remas buah dadaku, tangan kanannya tengah sibuk di pangkal pahaku membuat pilinan-pilinan yang kurasa nikmat."Oh..., Pak Jali! Jangan siksa aku seperti ini!" rengekku.Pak Jali tidak memperdulikan ucapanku. Justru ia malah menyibakkan rumput-rumput liar yang menghalangi pintu goa darbaku."Wah..., Lis! Indah sekali memiaw kamu. Warnanya merah muda dengan baunya yang semerbak. Oh..., sungguh mempesona. Bagaikan sekuntum mawar merah yang tengah merekah di pagi hari. Pasti kamu merawatnya dengan baik. Oh..., Lis! Aku suka sekali dengan memiaw yang seperti ini...!"Perlahan-lahan Pak Jali menjulurkan lidahnya dan menyapu permukaan klitorisku. Terasa kasar, memang. Tapi nikmat!"Ayolah, Pak...! Ouhh..., aku sudah tidak tahan lagi. Aku terus mengemis kepada Pak Jali. Namun dia terus mempermainkan emosiku. Akhirnya aku mencari inisiatif lain.Aku mencoba menggerayangi tubuh kekar Pak Jali sambil mencari-cari buah terong yang menggantung di pangkal pahanya.Dan tidak susah bagiku untuk menemukan buah terong sebesar itu. Dengan lembut dan manja, aku mulai mengocok batang kont*l Pak Jali di sertai dengan pijatan-pijatan yang membuat beliau merem melek.

Perlahan aku membimbing kont*lnya menuju ke memiawku yang sudah basah. Namun dengan nakal, Pak Jali hanya menempelkan dan menggesek-gesekkan ujung kepala kont*lnya di atas bibir vaginaku. Terasa geli, memeng. Tapi sensasi yang aku rasakan terasa begitu nikmat. Belum pernah aku merasakan yang seperti ini."Oh..., Pak Jali! Ayolah....aku udah nggak tahan lagi..., cepet masukin dong!"Aku sudah tak bisa tahan diperlakukan seperti itu. Perlahan aku menaikkan pantatku ke atas untuk menyambut kejantanan Pak Jali yang sudah ngaceng. Kemudian aku menekan pantat Pak Jali ke bawah supaya kont*l itu bisa masuk dengan sempurna."Aaarrrghhh...!" aku menjerit kecil ketika batang kont*l Pak Jali yang besar itu menembus liang vaginaku. Awalnya terasa seret dan perih, karena ukuran k*ntol Pak Jali memang besar dan panjang bila dibandingkan dengan milik suamiku. Namun setelah buah terong itu tertanam beberapa saat di dalam liang vaginaku, rasa perih itu perlahan berubah menjadi rasa nikmat.Perlahan-lahan Pak Jali mulai mengayunkan pantatnya naik dan turun."Hooohh.., Pak! Ssstt..., enak Pak!" aku jadi ngomong tak karuan."A...yo, Lis!Goyangkan ju...ga pan..tatmu! Ooohhh...!"Aku menuruti kata Pak Jali. Kucoba untuk mengikuti irama dan gerakan-gerakan nikmat yang dilakukan Pak Jali. Gesekan-gesekan halus antara batang kont*l Pak Jali dengan dinding vaginaku terasa begitu nikmat."Ohhh..., Lis! Ya...begitu...! Te...rus...goyangkan pantatmu! Uuuhh..., oohh..., yes...!"Pak Jali tampak begitu menikmati permainan kami. Kulihat wajahnya menengadah dengan mata terpejam, seolah meresapi sedotan dari vaginaku. Sesekali dari bibirnya terdengar lenguhan dan desisan kenikmatan.Akupun juga menikmati sodokan-sodokan mantap batang k*ntol Pak Jali. Bahkan aku memeluk tubuh kekar Pak Jali dengan erat. Seolah tak ingin berhenti dari permainan itu. Keringat mengalir deras melalui pori-pori tubuh kami, sehingga dada bidang Pak Jali yang berbulu lembut tampak mengkilat karena basah oleh keringat.

Aku tidak menyangka, ternyata di usianya yang mencapai setengah abad itu, Pak Jali masih memiliki stamina yang prima. Sampai-sampai aku kewalahan menghadapi goyangan dan sodokan mautnya. Hingga akhirnya aku merasakan ada sesuatu yang berdenyut dari dalam rahimku."Ooohh..., Pak! Saya..., mau ke..luar...!Ssshhhtt..., Arrhhhggg...!" Aku tidak kuat lagi menahan sesuatu yang mendesak keluar dari dalam rahimku. Namun Pak Jali masih terus mengayunkan kont*lnya keluar masuk dan menusuk-nusuk goa darbaku. Dan beberapa saat kemudian, aku juga merasakan batang k*ntol Pak Jali mulai berdenyut-denyut didalam vaginaku. Sampai akhirnya...."Aaaoouuhhh..., Lis! Nikmat bangeet!"Cairan putih kental menyembur deras dari ujung tongkol Pak Jali. Pak Jalipun kemudian menjatuhkan diri ke sisi tubuhku. Nafasnya tampak terengah-engah dan terlihat kecapean."Oh..., Pak Jali! Bapak memang benar-benar hebat. Sudah lama saya tidak merasakan nikmat seperti ini. Terima kasih ya Pak!" Aku memeluk tubuh Kekar Pak Jali.Kusandarkan kepalaku di dada bidang Pak Jali sambil mengelus-elus bulu-bulu lembut yang berbaris rapi sampai ke pangkal pahanya. Dengan lembut pula Pak Jali membelai rambutku yang sedikit oleh keringat. Ah..., ternyata diperkosa itu tidak selamanya tidak enak. Kali ini justru aku mengharapkannya lagi....



eXTReMe Tracker